Linux Fun

πŸ’Ύ

Manajemen Aktivitas Data

Manfaat basisdata bagi pemakai bukan pada sistem basisdatanya melainkan pada isinya, serta hasil-hasil dari query yang dihasilkan oleh program. Apabila selama dalam proses penerapan sistem ada perubahan basisdata, maka perubahan dan ujicoba dilakukan pada basisdata cadangan, agar tidak mengganggu sistem yang berjalan. Manajemen aktifitas data merupakan tugas dari DBA. Disamping itu, DBA juga bertugas untuk :

  1. Menentukan standard, panduan, pengawasan prosedur, dan membuat dokumentasi untuk memastikan tidak terjadi tumpang tindih dalam mengatur data.
  2. Mengatur kepemilikan data, hak akses, dan hak merubah data – terutama apabila beberapa pemakai mengakses data yang sama. Who can do what to which data.
  3. Mengembangkan teknik dan prosedur recovery – DBA harus dapat mengantisipasi terjadinya kegagalan yang diakibatkan oleh machine failure, media failure, communications failure, dan data user failure. DBA dapat memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh DBMS secara maksimal
  4. Menyampaikan informasi tentang prosedur operasi dan melakukan pelatihan pada user
  5. Menerapkan kebijakan yang berkaitan dengan aktifitas data. Apabila ada user yang melanggar, maka DBA berhak memberikan hukuman
  6. Bertanggung jawab untuk menyusun dan merawat seluruh dokumentasi sistem, misalnya :
    • Aktifitas data
    • Database standards
    • Data ownership
    • Retrieval and access rights
    • Recovery procedures
    • Policy enforcement Readmore…
πŸ’Ύ

Pemeliharaan Integritas Basis Data dalam Aplikasi

Sebagai sarana untuk meyakinkan bahwa nilai-nilai data dalam sistem basis data selalu benar, konsisten, selalu tersedia. Dapat dilakukan dengan cara :

  • Pastikan bahwa nilai-nilai data adalah benar sejak dimasukkan pertama kali
  • Membuat program untuk mengecek keabsahan data pada saat dimasukkan ke komputer
    • Penolakan / pembatalan aksi (cancelation)
    • Pengisian nilai kosong pada field tertentu (nullify)
    • Penjalaran perubahan (cascade)

Integritas yang Harus Dijaga

Integritas Keunikan Data

dilakukan melalui :

  1. pendefinisian struktur tabel dengan membuat indeks primer yang bersifat unik
  2. pengkodean di dalam aplikasi pada saat pemasukan / penambahan data Γ  lebih user-friendly
  3. kedua cara (1) dan (2) diterapkan bersama-sama

Integritas Domain Data

dilakukan melalui :

  1. Penetapan tipe data pada setiap field di dalam tabel
  2. Pengisian validation rule dari DBMS Readmore…
πŸ’Ύ

Pertimbangan Performansi dalam Aplikasi

Performansi / kecepatan operasi ke basis data ditentukan oleh :

  • DBMS yang digunakan
  • Arsitektur perangkat keras yang menjadi platform
  • Jumlah pemakai yang terlibat
  • Volume data
  • Tingkat kompleksitas operasi basis data
  • Cara penulisan aplikasi

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan pada saat melaksanakan program

Memanfaatkan Indeks Primer

Sedapat mungkin memanfaatkan indeks primer / sekunder dalam setiap proses query ke basis data, contoh :

  • Select …. From pegawai where idpegawai = vidpegawai
  • Update pegawai set …. Where idpegawai = vidpegawai
  • Delete from pegawai where idpegawai = vidpegawai

Menghindari pemakaian fungsi atau perhitungan pada perintah query, terlebih lagi untuk kriteria query. Contoh :

  • Select β€˜01’+left(nomhs,2) as vthn from mahasiswa where …
    Diganti menjadi : Select nomhs as vnim from mahasiswa where thn_masuk = β€˜01’+left(vnim,2)
  • Select … from kuliah where left(kdmtk,3)=’TFD’
    Diganti menjadi : Select … from kuliah where kdmtk like β€˜TFD%’ Readmore…
πŸ’Ύ

Pemilihan Perangkat Lunak Pembangun Aplikasi Basis Data

Pertimbangan dalam menentukan perangkat lunak pembangun aplikasi basis data, antara lain:

Kecocokan Antara DBMS dan Development Tools

Perangkat lunak yang dipilih harus dapat menjamin tersedianya fasilitas yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan DBMS secara penuh. Contoh :

DBMS Development tools
MS-SQL server MS Visual Basic
Borland Interbase Borland Delphi
CA-OpenIngres CA-OpenRoad
Oracle Developer 2000

Dukungan development tools terhadap arsitektur sistem

Tidak semua development tools memberi dukungan yang baik terhadap arsitektur client-server Readmore…

πŸ’Ύ

Pemilihan Arsitektur Sistem

Yang menjadi pertimbangan dalam memilih arsitektur sistem :

  • Keunggulan teknologi
  • Faktor biaya
  • Sesuai dengan kebutuhan pemakai

Jenis-jenis Arsitektur Sistem

Sistem tunggal (Standalone)

DBMS, basis data, dan aplikasi basis data ditempatkan pada komputer yang sama. Hanya bisa dipakai oleh satu pemakai pada saat yang bersamaan

Sistem Terpusat (Centralized system)

Terdiri dari sebuah server dan sejumlah terminal. Yang terpusat adalah basis data, DBMS, dan aplikasi basis data atau basis data saja. Ada dua macam :

  • Aplikasi dan basis data terpusat; diakses oleh dumb terminal
  • Basis data terpusat; aplikasi ada pada terminal

Sentralisasi pada Aplikasi dan Basis Data

Readmore…

πŸ’Ύ

Hubungan Antara DBMS dan Aplikasi Basis Data

Aplikasi basis data disusun untuk menjembatani perbedaan pandangan antara end-user dan naΓ―ve user, yang dibuat khusus untuk dapat digunakan oleh para pemakai akhir (end-user). Aplikasi ini berisi sejumlah operasi (menu) yang sesuai dengan aktifitas nyata yang dilakukan oleh end-user. Selanjutnya operasi ini akan diterjemahkan oleh aplikasi tersebut menjadi sejumlah operasi basis data yang dapat dikenali oleh DBMS. Readmore…

πŸ’Ύ

Mendesain Basis Data dan Metode Pengembangan Basis Data

Langkah-langkah Mendesain Basis Data untuk SIM

  1. Menetapkan disain / model SIM yang digambarkan dalam diagram arus data (DAD)
  2. Menentukan kebutuhan file basis data
  3. Menentukan parameter dari file basis data, meliputi :
    1. Tipe file : file induk, file transaksi, dll.
    2. Media file : harddisk, disket, dll
    3. Organisasi file :
      1. file tradisional (file urut, urut berindeks, atau file akses langsung)
      2. organisasi database (struktur berjenjang, jaringan atau hubungan)
    4. Field kunci dari file

    Readmore…

πŸ’Ύ

Proses dan Langkah-langkah Pengembangan Basis Data

Proses Pengembangan Basis Data

Secara garis besar, proses pengembangan basis data adalah:

  1. Penentuan Tujuan
    Tujuan ditetapkan berdasar parameter pemakai dan data. Pemakai menentukan tujuan dari aplikasi yang akan dipakai. Sedangkan data menentukan bagaimana tujuan tersebut dapat dicapai. Tujuan dinyatakan tanpa adanya kekangan, misalnya respon yang seketika, dapat dipercaya, dan perlindungan terhadap kebebasan pribadi.
  2. Ikatan (Bindings)
    Bindings merupakan ukuran tingkat fleksibilitas yang dilakukan untuk mencapai efisiensi dalam perancangan basisdata. Ukuran-ukuran tersebut misalnya : struktur file, model basisdata, skema / relasi, pemanggilan informasi, serta perawatan data dan integritas basisdata.Faktor fleksibilitas seringkali bertentangan dengan unjuk kerja. Jika mementingkan fleksibilitas maka struktur record menjadi sangat bermacam-macam. Jika mementingkan unjuk kerja maka akan terjadi pemaksaan pada hal-hal tertentu.
  3. Dokumentasi
    Dokumentasi yang penting adalah model basisdata. Model basisdata akan menentukan proses yang diperlukan untuk pembentukan file, perawatan file, dan pemanggilan informasi.Bentuk yang harus didokumentasikan adalah skema basis data, relasional basisdata, dan definisi variabel yang dipakai
  4. Pemrograman
    Implementasi akhir setelah proses perancangan basisdata selesai adalah dengan melakukan pemrograman. Readmore…
πŸ’Ύ

Pengembangan Basis Data

Pengembangan basis data selalu membutuhkan kerjasama dari beberapa orang dengan keahlian yang berbeda-beda. Proses ini melibatkan pemakai, analis data, ahli komputer, database administrator, serta wakil dari pihak manajemen yang akan memakai sistem.

Tujuan Pengembangan Sistem Basis Data

Akses data yang fleksibel (data flexibility)

Untuk memberikan kemudahan dalam menampilkan kembali data-data yang diperlukan dan menampilkannya dalam format yang berbeda

Pemeliharaan Integritas data (data integrity)

Untuk selalu meyakinkan bahwa nilai-nilai data dalam SBD adalah benar, konsisten, dan selalu tersedia

Proteksi data dari kerusakan dan akses ilegal (data security)

Keamanan data diperlukan untuk melindungi data dari kerusakan yang terjadi karena alam (kebakaran, banjir, dll) atau akses yang ilegal. Recovery merupakan proses untuk menyusun kembali basis data yang mengalami kerusakan

Menghilangkan ketergantungan data pada program aplikasi (data independence)

Ada 2 bentuk ketergantungan, yaitu logik dan fisik. Readmore…

πŸ’Ύ

Struktur Penyimpanan Tabel

Ada 7 pilihan struktur penyimpanan dasar yang dapat diterapkan pada suatu tabel (bergantung pada DBMS yang dipakai) yaitu : Pile, Heap, hash, Sekuensial Berindeks, File berindeks, Multiring.

Heap

  • Merupakan struktur penyimpanan yang paling sederhana dan paling hemat dalam kebutuhan ruang penyimpanan
  • Setiap baris data disusun berdasar kronologis penyimpanannya. Record yang pertama disimpan akan ditempatkan di posisi awal ruang penyimpanan, dan begitu seterusnya
  • Pengubahan data tidak akan mengubah urutan record tersebut. Jika terjadi penghapusan, maka record-record dibawahnya akan dimampatkan untuk mengisi tempat yang kosong akibat penghapusan
  • Pencarian data berjalan dengan lambat, karena dilakukan secara sekuensial baris demi baris
  • Struktur ini cocok untuk tabel berukuran kecil dan jarang berubah

Hash

  • Baris-baris data ditempatkan berdasar nilai alamat fisik yang diperoleh dari hasil perhitungan (fungsi hashing) terhadap nilai key-nya. Karena itu penempatan record dalam tabel tidak tersusun berdasarkan kedatangannya. Bisa jadi record yang terakhir dimasukkan justru menempati urutan pertama
  • Memiliki performansi yang paling baik dalam hal pencarian data tunggal berdasar kunci indeks
  • Struktur ini cocok untuk tabel-tabel yang sering menjadi acuan bagi tabel lain
  • Kelemahannya membutuhkan ruang penyimpanan awal yang besar, untuk menjamin agar record-record yang disimpan tidak menempati alamat yang sama -> dibutuhkan alokasi ruang penyimpanan Readmore…