Linux Fun
Activity Diagram adalah versi UML untuk sebuah flowchart. Activity diagram digunakan untuk menganalisa proses. Sebuah activity diagram bukan sebuah tool yang sempurna untuk menganalisis masalah dari sistem. Sebagai tool untuk menganalisis, pemrogram tidak ingin untuk mulai memecahkan masalah dilevel teknis dengan membuat class, tetapi dengan menggunakan activity diagram untuk mengerti masalah dan menyaring proses yang terdapat dalam sistem.
Setiap activity diagram selalu mempunyai satu initial state. Initial node yang digambarkan dengan simbol lingkaran padat,merupakan titik yang mengawali activity diagram. Activity diagram dapat diakhiri dengan memberikan activity final diagram yang digambarkan dengan lingkaran padat dengan mempunyai cincin dibagian luarnya.
Activity Node
Activity node adalah sesuatu yang dilakukan atau yang sedang terjadi dalam activity diagram. Activity node mempunyai simbol yang hampir mirip dengan use case namun mempunyai bentuk yang lebih ramping dan menyerupai bujur sangkar.
Decision Node
Decision node disebut decision diamonds di dalam flowchart. Simbol diamond daalah satu elemen yang membuat activity diagram mengingat akan flowchart, yang berguna untuk memberi kondisi percabangan.
Transition Fork
Keberadaan sebuah transition fork untuk menggambarkan tingkah laku yang pararel atau bercabang. Sebuah transition join untuk mempertemukan tingkah laku yang pararel. Activity Diagram bisa dilihat pada Gambar berikut. Readmore…
Use Case Diagram mempunyai dua fungsi yaitu mendifinisikan fitur apa yang harus disediakan oleh sistem dan menyatakan sifat sistem dari sudut pandang user. Proses bisnis dalam diagram disebut “use case” sedangkan orang atau user dari proses disebut “actor“. Actor digambarkan dengan sosok manusia. Use case mempersentasikan operasi-operasi yang dilakukan oleh actor. Use case digambarkan berbentuk elips dengan nama operasi didalamnya. Actor yang melakukan operasi dihubungkan garis lurus ke use case, atau yang disebut dengan asosiasi. Use case Diagram dapat dilihat pada Gambar berikut.
Dependensi Include
Dependesi atau hubungan ketergantungan dengan Use Case terdapat dua jenis, yaitu include dan extand. Dependensi include adalah hubungan antar dua use case dimana yang satu memanggil yang lain. Jika pada use case terdapat bagian yang memiliki aktifitas yang sama maka bagian aktifitas tersebut biasanya dijadikan use case tersendiri dengan relasi dependensi setiap use case semula ke use case yang baru ini hingga memudahkan pemeliharaan. Hubungan ini digambarkan dengan garis putus-putus bermata panah dengan notasi <<include>> pada garis dan arah mata panah sesuai dengan arah panggilan. Penggunaan dependensi include dapat dilihat pada Gambar berikut. Readmore…
Flash
Adobe Flash, yang dulu dikenal sebagai Macromedia Flash, adalah software legendaris yang sempat jadi andalan buat bikin gambar vektor dan animasi. Flash menghasilkan file dengan ekstensi .swf, yang bisa diputar di browser web yang sudah dipasangi Adobe Flash Player. Flash menggunakan bahasa pemrograman ActionScript, yang pertama kali muncul di Flash 5. Dulu, Flash sangat populer untuk pembuatan animasi, game, dan konten interaktif di web.
Sejarah Flash
Flash pertama kali diluncurkan pada tahun 1996 oleh Macromedia dengan nama Flash 1.0. Versi ini adalah hasil akuisisi Macromedia terhadap program animasi vektor yang sebelumnya dikenal sebagai FutureSplash. Sejak saat itu, Flash berkembang pesat dan menjadi standar untuk animasi dan interaktivitas di web.
Pada tahun 1999, Macromedia merilis Flash 4, yang memperkenalkan ActionScript sebagai bahasa pemrograman untuk Flash. Ini adalah langkah besar karena memungkinkan pengembang membuat konten yang lebih dinamis dan interaktif. Tahun 2000, Flash 5 dirilis dengan ActionScript yang lebih canggih, yang makin memperluas kemampuan pengembang dalam membuat aplikasi web interaktif. Readmore…
Sejarah dan Perkembangan Adobe Photoshop
Adobe Photoshop adalah salah satu perangkat lunak pengolah gambar yang paling terkenal dan banyak digunakan di dunia. Sejak peluncuran pertamanya pada tahun 1988, Photoshop telah mengalami berbagai pembaruan dan peningkatan yang membuatnya semakin powerful. Berikut adalah perjalanan versi-versi Photoshop dari awal hingga tahun 2024:
Photoshop 1.0 (1988)
Photoshop pertama kali dirilis oleh Thomas dan John Knoll pada tahun 1988. Versi ini memperkenalkan alat-alat dasar pengeditan gambar seperti pemotongan, pengubahan ukuran, dan penyesuaian warna. Meskipun sangat sederhana dibandingkan dengan versi modern, Photoshop 1.0 sudah mulai mendapatkan perhatian di kalangan desainer grafis dan fotografer. Readmore…
HTC Dream adalah Telepon pertama yang memakai sistem operasi Android, yang dirilis pada 22 Oktober 2008. Pada pengunjung tahun 2010 diperkirakan hampir semua vendor seluler di dunia menggunakan Android sebagai sistem operasi. Adapun beberapa versi-versi Android yang pernah dirilis adalah sebagai berikut :
Android versi 1.1
Musik Pada 9 Maret 2009, Google merilis Android versi 1.1 Android versi ini dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam, alarm, pencarian suara, pengiriman pesan dengan Gmail, dan pemberitahuan email.
Android versi 1.5 (Cupcake)
Pada pertengahan Mei 2009, Google kembali merilis telepon seluler dengan menggunakan Android dan SDK (Software Development Kit) dengan versi 1.5 (Cupcake). Terdapat beberapa pembaharuan termasuk juga penambahan beberapa fitur dalam seluler versi ini yakni kemampuan merekam dan menonton video dengan modus kamera, mengupload video ke Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon, dukungan Bluetooth, animasi layar, dan keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem.
Android versi 1.6 (Donut)
Donut (versi 1.6) dirilis pada September dengan menampilkan proses pencarian yang lebih baik dibanding sebelumnya, penggunaan baterai indicator dan control applet VPN. Fitur lainnya adalah gallery yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan dihapus, kamera, camcorder dan gallery yang diintegrasikan, CDMA/EVDO, 802.1x, VPN, Gestures, dan Text-to-speech engine, kemampuan dial kontak, teknologi text to change speech (tidak tersedia disemua ponsel, pengadaan resolusi VWGA). Readmore…
Sisi diagnosis suatu proses pengukuran atribut adalah pemberian makna atau interpretasi terhadap skor skala yang bersangkutan. Sebagai suatu hasil ukur berupa angka (kualitatif), scoring system, yang disebut juga sebagai skor skala, memerlukan suatu norma pembanding agar dapat diinterpretasikan secara kualitatif. Pada dasarnya, interpretasi skor skala selalu bersifat normative, artinya makna skor diacukan pada posisi relatif skor dalam suatu kelompok yang telah dibatasi terlebih dahulu. Hal ini dapat dilakukan dengan bantuan statistik deskriptif dari distribusi data skor kelompok yang umumnya mencakup banyak subjek (n) dalam kelompok, mean skor skala (M), devisiasi standar skor skala(s) dan varians ( ),skor minimum( ), maksimum( ) dan statistik-statistik lain yang dirasa perlu. Deskripsi data ini memberi gambaran penting mengenai keadaan distribusi skor skala pada kelompok subjek yang dikenai pengukuran dan berfungsi sebagai sumber informasi mengenai keadaan subjek pada aspek variabel yang diteliti.
Suatu skor yang ditentukan melalui prosedur penskalaan akan menghasilkan angka-angka pada level pengukuran interval dan diinterpretasikan hanya dapat dihasilkan kategori-kategori atau kelompok-kelompok skor pada level ordinal. Skor-skor mentah yang dihasilkan pada suatu skala merupakan penjumlahan dari skor item-item dalam skala itu.
Relativitas hasil pengukuran selalu membawa permasalahan mengenai cara-cara pengelompokan (kategorisasi) apabila diperlukan pemisahan subjek ke dalam kelompok diagnosis yang berbeda.
Berikut adalah beberapa cara kategori subjek secara normatif dengan memanfaatkan statistik deskriptif guna member interpretasi terhadpa skor skala :
Kategori Berdasarkan Model Distribusi Normal
Kategori ini didasari oleh suatu asumsi bahwa skor subjek dalam kelompoknya merupakan estimasi dalam skor subjek dalam populasi dan bahwa skor subjek dalam populasinya terdistribusi secara normal. Readmore…
Sistem Pendukung Keputusan
Sistem pendukung keputusan adalah sebuah sistem yang dimaksudkan untuk mendukung para pengambil keputusan manajerial dalam situasi keputusan semiterstruktur. Sistem pendukung keputusan dimaksudkan untuk menjadi alat bantu bagi para pengambil keputusan untuk memperluas kapabilitas mereka, namun tidak untuk menggantikan penilaian mereka. Sistem pendukung keputusan ditujukan untuk keputusan-keputusan yang memerlukan penilaian atau pada keputusan-keputusan yang sama sekali tidak dapat didukung oleh algoritma (Turban, 2005).
Konsep Sistem Pendukung Keputusan
Konsep-konsep mengenai sistem pendukung keputusan diungkapkan pertama kali pada awal tahun 1970 oleh Michael S. Scott Morton dengan istilah Management Decision System yang merupakan suatu sistem berbasis komputer yang membantu pengambilan keputusan dengan memanfaatkan data dan model-model untuk menyelesaikan masalah-masalah yang tidak terstruktur (Turban, 2005).
Dari definisi tersebut sistem pendukung keputusan dapat disimpulkan sebagai sistem berbasis komputer untuk membantu pengambilan keputusan dalam mencari pemecahan masalah, baik semi terstruktur ataupun tidak terstruktur melalui pemodelan. Pengolahan data dan informasi pada akhirnya menghasilkan berbagai alternatif keputusan yang dapat diambil. Sistem pendukung keputusan merupakan penerapan sistem informasi yang ditujukan untuk membantu pimpinan untuk mengambil keputusan. Sistem pendukung keputusan menggabungkan kemampuan komputer dalam pelayanan interaktif dengan pengolahan atau pemanipulasi data yang memanfaatkan model atau aturan penyelesaian yang tidak terstruktur. Sistem pendukung keputusan mempunyai beberapa sumber intelektual dengan kemampuan dari computer untuk memperbaiki kualitas keputusan. Readmore…
Model entity relationship pertama kali diperkenalkan oleh Peter Chen pada tahun 1976. Dalam pemodelan ini dilakukan dengan tahapan sebagai berikut (Haidar Dzacko, 2007):
- Memilih entitas-entitas yang akan disusun dalam basis data dan menentukan hubungan antar entitas yang telah dipilih.
- Melengkapi atribut-atribut yang sesuai pada entitas dan hubungan sehingga diperoleh bentuk tabel normal penuh (ternormalisasi).
Elemen-elemen dalam model ER dapat digambarkan pada gambar diagram di bawah ini:
Entitas merupakan sesuatu yang dapat diidentifikasikan dalam lingkungan kerja pengguna. Entitas yang diberikan tipe dikelompokkan ke kelas entitas. Perbedaan antara kelas entitas dan instansi entitas adalah sebagai berikut:
- Kelas entitas adalah kumpulan entitas dan dijelaskan oleh struktur atau format entitas di dalam kelas.
- Instansi kelas merupakan bentuk penyajian dari fakta entitas.
Umumnya terdapat banyak instansi entitas di dalam setiap entitas kelas. Setiap entitas kelas memiliki atribut yang menjelaskan karakteristik dari entitas tersebut, sedangkan setiap instansi entitas mempunyai identifikasi yang dapat bernilai unik (mempunyai nilai yang berbeda untuk setiap identifikasinya) atau non-unik (dapat bernilai sama untuk setiap identifikasinya). Antara entitas diasosiakan dalam suatu hubungan (relationship). Suatu relasi dapat memiliki beberapa atribut. Jumlah kelas entitas dalam suatu relasi disebut derajat relasi. Readmore…
Konsep Basis Data
Data merupakan fakta mengenai suatu objek seperti manusia, benda, peristiwa, konsep, keadaan dan sebagainya yang dapat dicatat dan mempunyai arti secara implisit. Data dapat dinyatakan dalam bentuk angka, karakter atau simbol, sehingga bila data dikumpulkan dan saling berhubungan maka dikenal dengan istilah basis data. Atau basis data merupakan kumpulan informasi bermanfaat yang diorganisasikan ke dalam aturan yang khusus. Definisi lain dari basis data adalah sistem berkas terpadu yang dirancang terutama untuk meminimalkan duplikasi data. Dari beberapa definisi-definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa basis data mempunyai berbagai sumber data dalam pengumpulan data, bervariasi derajat interaksi kejadian dari dunia nyata, dirancang dan dibangun agar dapat digunakan oleh beberapa user untuk berbagai kepentingan (Haidar Dzacko, 2007)
Data diorganisasikan kedalam bentuk elemen data (field), rekaman (record), dan berkas (file). Definisi dari ketiganya adalah sebagai berikut (Haidar Dzacko, 2007):
- Elemen data adalah satuan data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit lain yang bermakna. Misalnya data siswa terdiri dari NIS, Nama, Alamat, Telepon atau Jenis Kelamin.
- Rekaman merupakan gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait. Istilah lain dari rekaman adalah baris atau tupel.
- Berkas adalah himpunan seluruh rekaman yang bertipe sama.
DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir (misalnya lewat telepon, surat dan sebagainya) atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan (misalnya file kartu, microfiche, hard disk, tape, diskette dan lain sebagainya). DFD merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang terstruktur (Jogiyanto, 1990).
Beberapa simbol digunakan di DFD untuk maksud mewakili (Jogiyanto,1990):
External Entity (kesatuan luar) atau boundary (batas sitem)
Setiap sistem pasti mempunyai batas sistem yang memisahkan suatu sistem dengan lingkungan luarnya. Sistem akan menerima input dan menghasilkan output kepada lingkungan luarnya. Kesatuan luar (external entity) merupakan kesatuan (entity) di lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem.
Readmore…