Linux Fun

📚

CRISP-DM

CRISP-DM (CRoss-Industry Standard Process for Data Mining) merupakan suatu konsorsium perusahaan yang didirikan oleh Komisi Eropa pada tahun 1996 dan telah ditetapkan sebagai proses standar dalam data mining yang dapat diaplikasikan di berbagai sektor industri. Gambar berikut menjelaskan tentang siklus hidup pengembangan data mining yang telah ditetapkan dalam CRISP-DM.

Berikut ini adalah enam tahap siklus hidup pengembangan data mining (Chapman, 2000) :

Business Understanding

Tahap pertama adalah memahami tujuan dan kebutuhan dari sudut pandang bisnis, kemudian menterjemakan pengetahuan ini ke dalam pendefinisian masalah dalam data mining. Selanjutnya akan ditentukan rencana dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut.

Data Understanding

Tahap ini dimulai dengan pengumpulan data yang kemudian akan dilanjutkan dengan proses untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang data, mengidentifikasi masalah kualitas data, atau untuk mendeteksi adanya bagian yang menarik dari data yang dapat digunakan untuk hipotesa untuk informasi yang tersembunyi.

Data Preparation

Tahap ini meliputi semua kegiatan untuk membangun dataset akhir (data yang akan diproses pada tahap pemodelan/modeling) dari data mentah. Tahap ini dapat diulang beberapa kali. Pada tahap ini juga mencakup pemilihan tabel, record, dan atribut-atribut data, termasuh proses pembersihan dan transformasi data untuk kemudian dijadikan masukan dalam tahap pemodelan (modeling).

Modeling

Dalam tahap ini akan dilakukan pemilihan dan penerapan berbagai teknik pemodelan dan beberapa parameternya akan disesuaikan untuk mendapatkan nilai yang optimal.  Secara khusus, ada beberapa teknik berbeda yang dapat diterapkan untuk masalah data mining yang sama. Di pihak lain ada teknik pemodelan yang membutuhan format data khusus. Sehingga pada tahap ini masih memungkinan kembali ke tahap sebelumnya.

Evaluation

Pada tahap ini, model sudah terbentuk  dan diharapkan memiliki kualitas baik jika dilihat dari sudut pandang analisa data. Pada tahap ini akan dilakukan evaluasi terhadap keefektifan dan kualitas model sebelum digunakan dan menentukan apakah model dapat mencapat tujuan yang ditetapkan pada fase awal (Business Understanding). Kunci dari tahap ini adalah menentukan apakah ada masalah bisnis yang belum dipertimbangkan. Di akhir dari tahap ini harus ditentukan penggunaan hasil proses data mining.

Deployment

Pada tahap ini,  pengetahuan atau informasi yang telah diperoleh akan diatur dan dipresentasikan dalam bentuk khusus sehingga dapat digunakan oleh pengguna. Tahap deployment dapat berupa pembuatan laporan sederhana atau mengimplementasikan proses data mining yang berulang dalam perusahaan. Dalam banyak kasus, tahap deployment melibatkan konsumen, di samping analis data, karena sangat penting bagi konsumen untuk memahami tindakan apa yang harus dilakukan untuk menggunakan model yang telah dibuat.

📚

Tugas Data Mining

Tugas data mining secara garis besar dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu (Tan dkk, 2006) :

Tugas Prediktif

Tujuan utama dari tugas ini adalah untuk memprediksikan nilai dari atribut tertentu berdasarkan nilai dari atribut lainnya. Atribut yang diprediksi dikenal sebagai target atau dependent variable, sedangkan atribut yang digunakan untuk membuat prediksi disebut penjelas atau independent variable.

Tugas Deskriptif

Tujuan utama dari tugas ini adalah untuk memperoleh pola (correlation, trend, cluster, trajectory, anomaly) untuk menyimpulkan hubungan di dalam data. Tugas deskriptif merupakan tugas data mining yang sering dibutuhkan pada teknik postprocessing untuk melakukan validasi dan menjelaskan hasil proses data mining.

Inti dari tugas data mining adalah pemodelan prediktif, analisa asosiasi,  analisa cluster, dan deteksi terhadap anomali (Lihat gambar di bawah ini)

Pemodelan prediktif mengacu pada proses membangun model untuk variabel target sebagai fungsi dari variabel penjelas. Ada dua tipe dari pemodelan prediktif, yaitu klasifikasi (classification) yang digunakan untuk variabel target yang diskret, dan regresi (regression) yang digunakan untuk variable target yang kontinyu. Analisa asosiasi digunakan untuk menemukan pola yang mendeskripsikan fitur-fitur data yang saling berhubungan. Pola-pola ini biasanya digambarkan dalam bentuk aturan implikasi. Analisa cluster merupakan proses untuk mencari kelompok-kelompok data, sedemikian sehingga data yang berada dalam satu kelompok memiliki kemiripan dibandingkan data yang terletak pada kelompok lain. Deteksi anomaly merupakan proses identifikasi data yang memiliki perbedaan karakteristik yang signifikan dengan data yang lain atau yang dikenal dengan istilah outlier (Tan dkk, 2006).

📚

Tahapan Knowledge Discovery in Database (KDD)

Ada tiga tahap penting dalam KDD, yaitu (Tan dkk, 2006) :

Data Preprocessing

Proses ini bertujuan untuk mentransformasikan data input ke dalam format yang sesuai untuk kemudian dianalisa. Dalam tahap ini dilakukan proses penggabungan data dari berbagai sumber, pembersihan data untuk menghilangkan noise data dan data ganda, serta memilih atribut data yang diperlukan bagi proses data mining.

Data Mining

Proses ini bertujuan untuk medapatkan pola-pola dan informasi yang tersembunyi di dalam basis data. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan dalam data mining untuk mendapatkan pola-pola dan informasi tersembunyi, yaitu classification, neural network, decision tree, genetic algorithm, clustering, OLAP (Online Analitycal Processing), dan association rules.

Postprocessing

Proses ini bertujuan untuk memastikan hanya hasil yang valid dan berguna yang dapat digunakan oleh pihak yang berkepentingan. Contoh dari proses ini adalah proses visualisasi, yaitu proses untuk menganalisa dan mengeksplorasi data dan hasil dari proses data mining dari berbagai sudut pandang.

📚

Data Mining

Data Mining

Data mining merupakan proses pencarian pola-pola yang menarik dan tersembunyi (hidden pattern) dari suatu kumpulan data yang berukuran besar yang tersimpan dalam suatu basis data, data warehouse, atau  tempat penyimpanan data lainnya (Tan dkk, 2006). Menurut Sumanthi dan Sivandham (2009),  data mining juga didefinisikan sebagai bagian dari proses penggalian pengetahuan dalam database yang sering disebut dengan istilah Knowledge Discovery in Database (KDD).

Knowledge Discovery in Database (KDD)

KDD merupakan suatu area yang mengintegrasikan berbagai metode, yang meliputi statistik, basis data, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), machine learning, pengenalan pola (Pattern Recognition), pemodelan yang menangani ketidakpastian, visualisasi data, optimasi, Sistem Informasi Manajemen (SIM), dan sistem berbasis pengetahuan (knowledge based-system).  Sebagai bagian dari proses yang ada di dalam KDD, maka data mining didahului dengan proses pemilihan data, pembersihan data, pre-processing, dan transformasi data (Sumanthi dan Sivandham, 2009).

📚

ETL (Extraction, Transformation, Loading)

Proses ETL (Extraction, Transformation, Loading) merupakan proses yang harus dilalui dalam pembentukan data warehouse (Kimball, 2004). Berikut adalah penjelasan dari tiap proses.

Ekstraksi Data (Extract)

Ekstraksi data adalah proses dimana data diambil atau diekstrak dari berbagai sistem operasional, baik menggunakan query, atau aplikasi ETL. Terdapat beberapa fungsi ekstraksi data, yaitu :

  1. Ekstraksi data secara otomatis dari aplikasi sumber.
  2. Penyaringan atau seleksi data hasil ekstraksi.
  3. Pengiriman data dari berbagai platform aplikasi ke sumber data.
  4. Perubahan format layout data dari format aslinya.
  5. Penyimpanan dalam file sementara untuk penggabungan dengan hasil ekstraksi dari sumber lain.

Transformasi Data (Transformation)

Transformasi adalah proses dimana data mentah (raw data) hasil ekstraksi disaring dan diubah sesuai dengan kaidah bisnis yang berlaku. Langkah-langkah dalam transformasi data adalah sebagai berikut :

  1. Memetakan data input dari skema data aslinya ke skema data warehouse.
  2. Melakukan konversi tipe data atau format data.
  3. Pembersihan serta pembuangan duplikasi dan kesalahan data.
  4. Penghitungan nilai-nilai derivat atau mula-mula.
  5. Penghitungan nilai-nilai agregat atau rangkuman.
  6. Pemerikasaan integritas referensi data.
  7. Pengisian nilai-nilai kosong dengan nilai default.
  8. Penggabungan data.

Pengisian Data (Loading)

Proses terakhir yang perlu dilakukan adalah proses pemuatan data yang didapatkan dari hasil transformasi ke dalam data warehouse. Cara untuk memuat data adalah dengan menjalankan SQL script secara periodik.

📚

Arsitektur Data Warehouse

Arsitektur Datawarehouse

Arsitektur data warehouse (lihat gambar di bawah) mencakup proses ETL (Extraction, Transformation, Loading) untuk memindahkan data dari operational data source dan sumber data eksternal lainnya ke dalam data warehouse .

Data Mart

Data warehouse dapat dibagi menjadi beberapa data mart, berdasarkan fungsi bisnisnya (contoh data mart untuk penjualan, pemasaran, dan keuangan). Data dalam data warehouse dan data mart diatur oleh satu atau lebih server yang mewakili multidimensional view dari data terhadap berbagai front end tool, seperti query tools, analysis tools, report writers, dan data mining tools.

📚

Data Warehouse

Data warehouse merupakan kumpulan data dari berbagai sumber yang disimpan dalam suatu gudang data (repository) dalam kapasitas besar dan digunakan untuk proses pengambilan keputusan (Prabhu, 2007). Menurut William Inmon, karakteristik dari data warehouse adalah sebagai berikut :

Subject Oriented

Pada sistem operasional, data disimpan berdasarkan aplikasi. Set data hanya terdiri dari data yang dibutuhkan oleh fungsi yang terkait dan aplikasinya. Sedangkan pada data warehouse, data disimpan bukan berdasarkan aplikasi, melainkan berdasarkan subjeknya. Misalnya untuk sebuah perusahaan manufaktur subjek bisnis yang penting, yaitu penjualan, pengangkutan, dan penyimpanan barang.

Integrated

Data yang tersimpan dalam data warehouse terdiri dari berbagai sistem operasional. Oleh sebab itu terdapat kemungkinan bahwa terjadi beberapa perbedaan, yaitu dalam konvensi penamaan, representasi kode, atribut data, dan pengukuran data. Keempat perbedaan tersebut harus disamakan terlebih dahulu sesuai dengan standar tertentu agar data yang nantinya tersimpan dalam data warehouse dapat terintegrasi.

Time variant

Pada data warehouse, data yang tersimpan adalah data historis dalam kurun waktu tertentu, bukan data terkini. Oleh karena itu data yang tersimpan mengandung keterangan waktu, misalnya tanggal, minggu, bulan, catur wulan, dan sebagainya. Karakteristik time variant pada data warehouse memiliki karakteristik sebagai berikut :

  1. Melakukan analisa terhadap hal di masa lalu.
  2. Mencari hubungan antara informasi dengan keadaan saat ini.
  3. Melakukan prediksi hal yang akan datang.
  4. Non-volatile.

Data dalam sistem operasional dapat di-update sesuai transaksi bisnis. Setiap kali terjadi transaksi bisnis. Namun dalam data warehouse, data tidak dapat diubah karena bersifat read only.

📚

SQL Server

Microsoft SQL Server

Microsoft SQL Server adalah sebuah sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) produk Microsoft. Bahasa kueri utamanya adalah Transact-SQL yang merupakan implementasi dari SQL standar ANSI/ISO yang digunakan oleh Microsoft dan Sybase. Umumnya SQL Server digunakan di dunia bisnis yang memiliki basis data berskala kecil sampai dengan menengah, tetapi kemudian berkembang dengan digunakannya SQL Server pada basis data besar.

📚

ASP.NET

Perkembangan Teknologi Website

Semakin hari teknologi website dan programming terus berkembang. Yang dulunya hanya menggunakan HTML dan PHP, lalu muncul CSS dan Javascript, setelah itu muncul lagi ASP dan ASP.NET.

Programmer menentukan bahasa apa yg paling dibutuhkan dan disesuaikan dengan perangkat server yang di dukung , dan ASP.Net pun menjadi salah satu bahasa yang digemari akhir2 ini karena kecanggihan baik dalam tekhnologi , tampilan dan dukungan support terhadap environment yang ada.

Sejarah ASP.Net dan Ruang Lingkupnya

Setelah di release Internet Information Service, kemudian Microsoft mengeluarkan ASP ,ASP.Net sendiri merupakan pengembangan dari ASP 3.0 , kemudian pada ASP.Net muncul pertama kali pada tahun 2000 yaitu ASP.Net 1.0 yang di release pada 5 January 2002 dengan .Net Framework versi 1.0 pada saat itu . perbedaaan ASP dengan ASP.Net terletak pada penggunaan .Net Framework yang di butuhkan sebagai komponen dasar pada ASP.Net untuk mengakses library dan mendukung bahasa pemprograman yang ada padaVisual Studio seperti VB.Net , C# , dan ASP.Net , dengan adanya framework ini programmer di harapkan dapat membuat program menjadi lebih ringkas dan cepat di karenakan penggunaan framework dapat mengurangi jumlah script yang dibuat oleh programmer.

📚

HTML

HTML

HyperText Markup Language (HTML) adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web dan menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah browser Internet. Bermula dari sebuah bahasa yang sebelumnya banyak digunakan di dunia penerbitan dan percetakan yang disebut dengan SGML, HTML adalah sebuah standar yang digunakan secara luas untuk menampilkan halaman web dan HTML kini merupakan standar Internet yang saat ini dikendalikan oleh World Wide Web Consortium (W3C).