Linux Fun
Metode Exponential Smoothing (Makridakis, 1999) merupakan prosedur perbaikan terus-menerus pada peramalan terhadap objek pengamatan terbaru. Metode peramalan ini menitik-beratkan pada penurunan prioritas secara eksponensial pada objek pengamatan yang lebih tua.
Dalam pemulusan eksponensial atau exponential smoothing terdapat satu atau lebih parameterpemulusanyang ditentukan secara eksplisit, dan hasil ini menentukan bobot yang dikenakan pada nilai observasi. Dengan kata lain, observasi terbaru akan diberikan prioritas lebih tinggi bagi
peramalan daripada observasi yang lebih lama. Metode exponential smoothing dibagi lagi berdasarkan menjadi beberapa metode.
Element Manager (EM) adalah sebuah aplikasi perangkat lunak yang bertanggung jawab dalam me-manage sebuah elemen jaringan atau sebuah cluster dari elemen-elemen yang sama. Dalam konteks ini, EM bukan sebuah NMS yang bertanggung jawab dalam me-manage seluruh jaringan. Biasanya EM hanya me-manage sebuah elemen jaringan. EM harus terintegrasi pada NMS dan hubungannya harus terbuka.
Kesatuan dalam EM adalah :
- Element Manager Client (EMC), adalah antarmuka bagi pengguna dari EM yang men-generate permintaan manajemen pada Element Manager Server(EMS), menunggu respon, dan menampilkan hasil pada pengguna. Setiap permintaan manajemen bisa saja mengandung satu atau lebih tugas manajemen. Sebagai contoh :
- Membaca status elemen
- Memonitor jaringan elemen
- Membaca log/alarm
- Menampilkan beberapa data dinamis pada elemen jaringan
- Element Manager Server (EMS), terdiri dari server logic sistem manajemen elemen dan bertanggung jawab dalam menerima client, request, memproses, dan mem-forward ke jaringan elemen yang benar jika diperlukan dan akhirnya untuk mengirimkan kembali respon pada EMC.
- Network Elements (NEs), bertanggung jawab dalam menyediakan layanan aktual pada pengguna NE. Pengguna itu mungkin adalah pengguna sebenarnya atau elemen yang lain.
- Agent, dimiliki oleh setiap elemen yang bertanggung jawab dalam mengimplementasikan tugas manajemen spesifik dari elemen tersebut.
Communication Management Protocol (CMP), berfungsi menspesifikasikan sintaks dan semantik dari pesan yang dipertukarkan antar EMC dan EMS.
Sebuah jaringan telekomunikasi terdiri dari banyak elemen jaringan yang menyediakan layanan tertentu bagi pengguna. Kumpulan dari elemen tersebut membentuk suatu sumber daya jaringan. Sebuah sistem manajemen jaringan digunakan untuk mengendalikan sistem dan sumber dayanya dengan mengontrol penggunaannya, akses monitoring, dan melaporkan kondisi terkini.
Kebutuhan umum didefinisikan oleh model OSI sebagai model FCAPS (Faults, Configuration, Accounting, Performance, Security). Bagaimanapun tidak, semua kebutuhan jaringan fungsional dipenuhi oleh FACPS. FACPS terdiri dari lima area fungsional, yaitu :
- Fault Management, memiliki fungsi mendeteksi, memperbaiki, mengisolasi, dan melaporkan semua kemungkinan kegagalan yang terjadi pada elemen jaringan. Manajemen kesalahan biasanya terintegrasi dengan alarm dan sistem logging.
- Configuration Management, memiliki fungsi melakukan instruksi set, get, modify, dan delete konfigurasi dari elemen yang diatur.
- Accounting Management, memiliki fungsi mengumpulkan informasi yang sangat penting untuk proses billing.
- Performance Management, memiliki fungsi mengumpulkan fakta terhadap utilisasi elemen jaringan dan waktu layanan yang digunakan untuk tiap user. Data performansi digunakan untuk perencanaan jaringan, penjaminan, dan optimasi agar jaringan menjadi lebih baik.
- Security Management, memiliki fungsi menentukan siapa saja yang berhak mengakses elemen jaringan dan mencegah pihak-pihak yang tidak berhak untuk mengakses ke elemen jaringan.
Secara umum sistem manajemen jaringan memiliki arsitektur jaringan dasar yang model umumnya terdiri dari kesatuan berikut :
- Aplikasi Manajemen Jaringan, berfungsi menyediakan antarmuka pada sistem manajemen. Aplikasi ini bertanggung jawab mengirimkan permintaan manajemen pada divais yang diatur dan menampilkan hasilnya pada pengguna.
- Divais yang Diatur, adalah elemen jaringan yang akan diatur. Masing-masing divais tersebut memiliki agen tersendiri yang bertanggung jawab dalam hubungannya dengan aplikasi manajemen dan agen.
- Protokol Manajemen Jaringan, berfungsi mendefinisikan sintaks umum pada pesan untuk ditukarkan dengan aplikasi manajemen dan agen.
Database Manajemen, adalah sebuah database dari objek yang dimonitor oleh sistem manajemen jaringan. Di dalam konteks manajemen sistem merujuk pada Management Information Base (MIB).
ERP memungkinkan terjadinya peningkatan pada pengelolaan perusahaan manufaktur. ERP dapat
digambarkan sebagai:
- Sekumpulan tools manajemen: peramalan (forecasting), perencanaan dan penjadwalan pada perusahaan besar yang menyeimbangkan antara permintaan dan persediaan.
- Berisi kemampuan untuk menjembatani customer dan supplier dalam rantai pasok yang lengkap (complete supply chain)
- Penggunaan proses bisnis dan pengambilan keputusan (decision making) yang sudah teruji, dan menyediakan integrasi lintas fungsional dengan derajat tinggi, meliputi penjualan, pemasaran, proses manufaktur, operasi, logistik, pembelian, keuangan, pengembangan produk baru, dan sumber daya manusia
- Sehingga memungkinakan untuk menjalankan bisnis yang dapat melayani konsumen dan produktivitas dengan level tinggi, dengan biaya yang rendah dan inventori yang lebih murah dan menyediakan dasar yang kuat untuk perdagangan secara elektronik (e-commerce).
- ERP mampu mengembangkan perencanaan dan penjadwalan yang berkaitan dengan sumber daya, misalnya: manusia, material, mesin, uang,dll.
Ada tiga tipe implementasi ERP bagi perusahaan:
- Pertama adalah perusahaan yang sudah mengoperasikan enterprise software (ES), kemudian mengembangkan proses bisnisnya dengan implementasi ERP.
- Kedua adalah perusahaan yang belum secara lengkapmemngopersikan ES (beberapa modul sudah ada). ERP harus merupakan prioritas yang lebih dibanding ES.
- Perusahaan yang baru akan mengperasikan ES, ES sebagai prioritas. Perusahaan tidak dapat secara simultan mengimplementasikan ERP. Pengimplementasian ES dan ERP secara simultan akan mengakibatkan beban kerja yang sangat berlebih.
Java merupakan bahasa pemrograman berorientasi objek atau OOP (Object Oriented Programming). Elemen-elemen dari pemrograman objek ini diantaranya adalah encapsulation, polymorphism dan inherit.
Encapsulation merupakan mekanisme pemrograman yang mengikat data dan program bersama-sama dan mengamankannya dari penyalahgunaan dan interferensi dari luar. Melalui objek, data dan kode dapat menjadi private, protected atau public bagi objek tersebut. Seperti yang diketahui kode dan data private hanya dapat diakses oleh bagian dalam dari objek tersebut sedangkan kode dan data protected aksesnya selain dari dalam objek sendiri, dapat diakses oleh objek keturunannya. Kode dan data public dapat diakses oleh objek luar.
Unit dasar dari encapsulation ini adalah class. Class mendefinisikan format dari objek yang akan dibangun sehingga objek merupakan instansi (instance) dari class. Kode dan data merupakan anggota (member) dari class, dimana data disebut members variables atau instance variables sedangkan kode yang mengoperasikan data disebut member methods atau methods. Method dalam java merupakab subrutin atau function.
Polymorphism membolehkan satu interface mengakses general class dalam aksinya. Lebih tepatnya lagi polymorphism merupakan satu interface banyak method. Misalnya suatu method dengan nama yang sama namun memiliki pengoperasian tipe data yang berbeda.
Inheritance adalah proses dimana suatu objek mendapatkan properti dari objek lain. Konsep ini merupakan hierarchical classification yang diperlukan dalam penurunan sifat suatu objek terhadap objek lain yang menjadi orang tuanya (parent).
Borland Delphi merupakan aplikasi pengembangan visual dengan lingkungan pengembangan yang terintegrasi (IDE – Intergrated Development Environment). IDE Borland Delphi terdiri dari beberapa bagian sebagai berikut:
Main Menu
Pada main menu terdapat main toolbar, component palette, dan context menu. Toolbar berfungsi untuk mengatur semua fungsi pengembangan aplikasi. Component palette berfungsi untuk menyimpan semua komponen-komponen yang bisa digunakan oleh sebuah program yang sedang dikembangkan.
Main Menu (Component Palette, Context Menu, Main Toolbar)
Code Editor
Code Editor berfungsi untuk menambahkan notasi sintaksis sekunder berupa teks kode program, pascal. Code Editor ini dilengkapi dengan fitur code completion yaitu sebuah fitur dimana kita bisa menyisipkan deklarasi kelas, object, properties, tipe data, dan lain sebagainya dalam bentuk teks.
Code Editor
Instalasi Borland Delphi 7 cukup mudah dan jelas, dengan panduan grafis berupa wizard yang memandu pengguna langkah demi langkah. Instalasi dimulai dengan menu dari Borland yang berisi beberapa opsi yaitu Delphi 7 itu sendiri, lalu Interbase, ModelMaker dan juga InstallShield Express yang mana merupakan aplikasi untuk membuat sebuah paket instalasi buatan kita sendiri.
Menu Installer Borland
Welcome Screen







