Orientasi dari tepian citra bermacam-macam. Ada yang lurus ada yang seperti kurva. Untuk mendeteksi berbagai macam jenis tepian tersebut terdapat berbagai macam teknik untuk deteksi tepi. Setiap teknik memiliki keunggulan masing-masing. Satu teknik deteksi tepi mungkin dapat bekerja sangat baik dalam suatu aplikasi namun sebalik…
Baca Selengkapnya » tentang Deteksi Tepi, Garis, dan TitikKategori: Citra Digital
Tepian Citra Tepian dari suatu citra mengandung banyak informasi dari citra tersebut. Tepian citra dapat merepresentasikan objek-objek yang terkandung dalam citra tersebut, bentuk dan ukurannya, dan terkadang juga informasi mengenai teksturnya. Tepian citra adalah posisi di mana intensitas dari citra tersebut berubah dari nilai …
Baca Selengkapnya » tentang Deteksi TepiOperasi Erosi Operasi erosi memiliki sifat sama dengan operasi pengurangan pada operasi Minkowski yaitu menggunakan operasi himpunan irisan (intersection). Erosi dapat dinyatakan sebagai: Proses Erosi Proses erosi merupakan kebalikan dari proses dilasi. Jika dalam proses dilatasi menghasilkan objek yang lebih luas, maka dalam pr…
Baca Selengkapnya » tentang ErosiOperasi Dilasi Operasi dilasi memiliki sifat sama dengan operasi penambahan pada operasi Minkowski yaitu menggunakan operasi himpunan gabungan (union). Dilasi dapat dinyatakan sebagai: Proses Dilasi Efek dilasi terhadap citra biner adalah memperbesar batas dari objek yang ada sehingga objek terlihat semakin besar dan lubang-luba…
Baca Selengkapnya » tentang DilasiTapis Gaussian Tapis Gaussian secara meluas telah digunakan dalam bidang analisis citra terutama untuk proses penghalusan (smoothing), pengaburan (bluring), menghilangkan detil, dan menghilangkan derau (noise). Fungsi Gaussian (1-D) Fungsi Gaussian satu dimensi (1-D) dapat dinyatakan sebagai dengan σ menyatakan standar deviasi d…
Baca Selengkapnya » tentang Tapis GaussianProses Konvolusi Pada pengolahan citra digital proses konvolusi merupakan perkalian konvolusi antara matrik citra asal dengan matrik tapis atau tapis atau mask. Operasi konvolusi sebagai fungsi diskrit 2 dimensi dapat didefinisikan dengan persamaan berikut ini. Ilustrasi Proses Konvolusi Ilustrasi proses konvolusi dari Persamaan…
Baca Selengkapnya » tentang Konvolusi CitraKontras Citra Kontras suatu citra adalah distribusi pixels terang dan gelap. Citra gray scale dengan kontras rendah maka akan terlihat terlalu gelap, terlalu terang, atau terlalu abu-abu. Histogram citra dengan kontras rendah, semua pixels akan terkonsentrasi pada sisi kiri, sisi kanan, atau di tengah (Gambar 2.17(c)). Semua pix…
Baca Selengkapnya » tentang Perenggangan KontrasOperasi Pixel Pengaturan kontras dan intensitas cahaya atau normalisasi dilakukan dengan mengurangi perbedaan kekuatan penerangan dan dampak dari derau (noise) pada sensor. Metode operasi pixel berikut dapat digunakan untuk mengatasi hal tersebut. Dengan dengan I' adalah citra hasil, I adalah citra asal, ρ dan adalah rata-rata d…
Baca Selengkapnya » tentang Normalisasi IntensitasProses Pengambangan Proses pengambangan akan menghasilkan citra biner, yaitu citra yang memiliki dua nilai tingkat keabuan yaitu hitam dan putih. Secara umum proses pengambangan citra grayscale untuk menghasilkan citra biner adalah sebagai berikut. dengan g(x,y) adalah citra biner dari citra grayscale f(x,y), dan T menyatakan ni…
Baca Selengkapnya » tentang PengambanganRumus CItra Grayscale Untuk mendapatkan citra grayscale / keabuan digunakan rumus: dengan I(x,y) adalah level keabuan pada suatu koordinat yang diperoleh dengan mengatur komposisi warna R (merah), G (hijau), B (biru) yang ditunjukkan oleh nilai parameter dan. Secara umum nilai dan adalah 0.33. Nilai yang lain juga dapat diberika…
Baca Selengkapnya » tentang Grayscale