Linux Fun

💾

Model Basis Data

Hierarchical

Memiliki struktur pohon dimana field hanya memiliki satu buah induk (parent), masing-masing parent memiliki banyak child (anak). Model ini memiliki kecepatan yang baik.

Network

Relationship dibuat menggunakan linked list (pointer). Berbeda dengan model hierarchical satu anak dapat memiliki beberapa induk. Model ini memiliki fleksibilitas yang tinggi.

Relational

Model ini direpresentasikan dalam tabel dua dimensi, tabel-tabel tersebut memiliki hubungan yang disebut dengan relasi. Model ini memiliki fleksibilitas dan kecepatan yang tinggi. Readmore…

💾

Abstraksi Data

Tujuan utama dari sistem basis data adalah untuk menyediakan fasilitas untuk view data secara abstrak bagi penggunanya. Namun bagaimana sistem menyimpan dan mengelola data tersebut, hanya diketahui oleh sistem itu sendiri. Abstraksi data merupakan level dalam bagaimana melihat data dalam sebuah sistem basis data. Berikut ini tiga level abstraksi data:

Level Fisik

Merupakan level terendah pada abstraksi data yang menunjukkan bagaimana sesungguhnya data disimpan. Pada level ini pemakai melihat data sebagai gabungan dari struktur dan datanya sendiri.

Level Lojik

Merupakan level berikutnya pada abstraksi data, menggambarkan data apa yang disimpan pada basis data dan hubungan apa saja yang ada di antara data tersebut. Readmore…

💾

Definisi Basis Data dan Sistem Basis Data (DBMS)

Basis data adalah penyimpanan kumpulan informasi secara sistematik dalam sebuah komputer sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (Database Management System, DBMS).

Karakteristik DBMS

DBMS memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Software program
  • Supplements operating sistem
  • Manages data
  • Queries data and generates reports
  • Data security Readmore…
💾

Sistem Basis Data dan Sistem File

Pada sebuah institusi, data merupakan salah satu hal yang sangat penting. Setiap bagian/divisi dari institusi memiliki data sendiri-sendiri. Tapi setiap bagian pun membutuhkan sebagian data dari bagian yang lain. Hal ini yang biasa dikenal sebagai “shared data”. Setiap divisi memiliki aplikasi sendiri-sendiri dalam melakukan manipulasi dan pengambilan data tersebut. Setiap aplikasi memiliki filefile dalam sistem operasi yang digunakan untuk menyimpan data-data. Seiring dengan berkembangnya institusi, bertambahnya bagian/divisi, bertambah pula data dan aplikasi yang digunakan. Bertambahnya aplikasi, bertambah pula filefile yang dibuat.

Gaya sistem pemrosesan-file tersebut menyebabkan setiap data disimpan dalam bentuk record dalam berbagai macam file, dan diperlukan aplikasi yang berbeda dalam melakukan pengambilan record dari, dan penambahan record ke dalam file. Hal ini berlaku pada masa sebelum adanya Sistem Basis Data (DBMS).

Menyimpan data dalam bentuk file yang berbeda-beda, memiliki kekurangan-kekurangan:

Data redundancy dan inconsistency

Dikarenakan programer yang berbeda membuat file dan aplikasi masing-masing, menyebabkan beragam format dan aplikasi yang dibuat. Bahkan, aplikasi pun dibuat menggunakan bahasa pemrograman yang berbeda-beda. Lebih jauh lagi, data atau informasi yang sama bisa terdapat dalam beberapa file yang berbeda. Ini yang disebut dengan redundancy. Redundancy data ini lama kelamaan akan menyebabkan inconsystency dari data.

Kesulitan dalam pengaksesan data

Dikarenakan setiap aplikasi memiliki file tersendiri untuk penyimpanan dan pengambilan data, maka jika suatu bagian dari institusi membutuhkan data dari bagian lain, akan menemui kesulitan. Hal ini dikarenakan aplikasi yang dimiliki bagian tersebut, tidak dapat membaca file yang terdapat di bagian lain. Readmore…

💾

Data dan Informasi

Data dan Informasi

Menurut Turban, Aronson, and Liang (2005) data dan informasi didefinisikan sebagai berikut:

  • Data, merupakan sesuatu yang menyangkut barang, kejadian, aktivitas, dan transaksi yang telah tercatat, diklasifikasikan, dan disimpan namun belum memiliki makna. Data dapat berupa nilai numerik, alphanumerik, gambar, dan suara.
  • Informasi, adalah data yang telah dikelola dalam bentuk tertentu untuk memberikan makna atau arti bagi penerimanya.

Siklus Informasi

  • Data dan informasi akan saling berkesinambungan sehingga membentuk suatu siklus yang disebut information cycle (siklus informasi).
  • Data ditangkap oleh indera kemudian menjadi inputan dalam sebuah model untuk diubah menjadi informasi bagi penerimanya yang nantinya akan membantu pengambilan keputusan dan menjadi sebuah hasil tindakan. Readmore…
💾

EXAMPLE DATABASE

The following E/R diagram and tables are used in the examples throughout this post.

Readmore…

💾

DELETE

The DELETE operator is used to erase records (not table structure).  The number of records deleted may be 0, 1, or many, depending on how many satisfy the predicate.

Format:
DELETE FROM table/view WHERE delete_criteria;

Example 1

Erase the record of student ‘S1020’  (Delete a single tuple)
DELETE FROM STUDENT WHERE STUID = ‘S1020’;

Example 2

Erase all enrollment records for student ‘S1020’.  (Delete several tuples).
DELETE FROM ENROLL WHERE STUID = ‘S1020’; Readmore…

💾

INSERT

The INSERT operator is used to put new records into a table.  Normally it is not used to load an entire database (since other utilities can do that more efficiently).  Aside from this, older implementations of SQL use it to remove columns from existing tables (before the ALTER TABLE had this capability).

Format1:
INSERT INTO table (fieldlist) SELECT fieldlist FROM table WHERE append_criteria;

OR

Format2
INSERT INTO table (col1, col2…) VALUES (val1, val2…);

On the general format2 above, you can specify the columns in any order you wish and the system will match them to the appropriate table attributes.

Example 1

Insert a new faculty record with ID of ‘F330’, name of Jones, department of CIS, and rank of Instructor.  (Inserting a single record).
INSERT INTO FACULTY (FACID, FACNAME, DEPT, RANK) VALUES (‘F330′,’Jones’,’CIS’,Instructor’);

Since you are inserting for all fields, you can leave off the column names after FACULTY and get the same effect.  For instance, the following two examples are equivalent:
INSERT INTO FACULTY VALUES (‘F330′,’Jones’,’CIS’,Instructor’);
INSERT INTO FACULTY SELECT * FROM DATATABLE;

‘Datatable’ is a table that holds the data to be inserted.  Since the data is already in a table, this format of the INSERT is not as useful as the first version. Readmore…

💾

UPDATE

Update gives you a way to modify individual attributes of a single tuple, a group of tuples, or a whole table (or view).

Format:
UPDATE table/view SET col-name = {value | expression} [col-name = value | subquery,…] [WHERE update_criteria];

You can only update tuples already present in the table (i.e., you cannot use UPDATE to add new tuples).  You can either UPDATE one table at a time.  You don’t have to know the present value of a field to set it (although you can refer to it in the “expression” clause).  The expression cannot be a sub-query or involve aggregate operations.

Example 1

Change the major of student ‘S1020’ to music. (Update a single field of one tuple)
UPDATE STUDENT SET MAJOR = ‘Music’ WHERE STUID = ‘S1020’;

Example 2

Change Tanaka’s department to MIS and rank to Assistant.  (Update several fields in one tuple)
UPDATE FACULTY SET DEPT = ‘MIS’ RANK = ‘Assistant’ WHERE FACNAME = ‘Tanaka’;

Example 3

Change the major of student ‘S1013’ from math to NULL.  (Updating using NULL)
UPDATE STUDENT SET MAJOR = NULL WHERE STUID = ‘S1013’; Readmore…

💾

UNION QUERIES

A union query performs the ‘union‘ set operation on two or more tables.  The union operation returns all tuples from all tables (like appending a second table to the bottom of the first). The union operation also allows you to sort the resulting data, perform where restriction, etc.  The syntax for the UNION operator is shown below.

Format

SELECT fields FROM tables WHERE criteria GROUP BY field HAVING criteria
UNION
SELECT fields FROM tables WHERE criteria
GROUP BY field HAVING criteria ORDER BY sortcriteria;

Each select is a standard select with two exceptions.  First, the fields shown in the SELECT clause must be ‘union compatible’ (i.e., equivalent number, type, and order).  Second, there can only be one order by for the entire query. Readmore…