Linux Fun
Kategori Pengembangan Sistem Pakar
Berdasarkan tujuan pembuatannya (Gunawan, 2004), sistem pakar dapat dikategorikan menjadi :
- Interpretasi (Interpretation)
Bertujuan untuk menganalisa data yang tidak lengkap, tidak teratur dan data yang kontradiktif yang biasanya diperoleh melalui sensor.
Contoh : analisis citra. - Prediksi (Prediction)
Bertujuan untuk memberikan kesimpulan mengenai akibat yang mungkin ditimbulkan dari sejumlah situasi yang diberikan.
Contoh : financial forecasting. - Diagnosa (Diagnosys)
Bertujuan untuk melakukan diagnosa untuk menentukan penyebab gagalnya sistem dalam situasi kompleks yang didasarkan pada observasi terhadap gejala-gejala yang dapat diamati. Prinsipnya adalah untuk menemukan apa masalah atau kerusakan yang terjadi.
Contoh : diagnosa penyakit di bidang kedokteran. - Disain (Design)
Bertujuan untuk menentukan konfigurasi yang cocok dari komponen-komponen yang ada pada sebuah sistem sehingga unjuk kerja yang memuaskan dapat diperoleh walaupun di dalamnya terdapat sejumlah keterbatasan.
Contoh : layout circuit. - Perencanaan (Planning)
Bertujuan untuk mendapatkan urutan tindakan yang harus dilakukan untuk mencapai sasaran yang ditentukan sebelumnya dari suatu kondisi awal tertentu.
Contoh : lengan yang robot harus memindahkan tiga balok dengan susunan tertentu dari susunan asal yang acak. - Pengamatan (Monitoring)
Bertujuan untuk membandingkan perilaku yang diamati dalam suatu sistem dengan perilaku yang diharapkan untuk mengenal variasi perilaku yang terdapat didalamnya.
Contoh : kontrol instalasi nuklir. - Pelacakan dan Perbaikan (Debugging dan Repair)
Bertujuan untuk menentukan dan mengimplementasikan perbaikan pada kegagalan suatu sistem. Contoh : tahap uji coba software komputer. - Instruksi (Instruction)
Bertujuan untuk mendeteksi dan memperbaiki kekurangan perilaku siswa dalam memahami bidang informasi tertentu.
Contoh : program tutorial. - Kontrol (Control)
Bertujuan untuk pengaturan perilaku kerja sistem dalam suatu lingkungan yang kompleks, termasuk didalamnya adalah penafsiran, perkiraan, pengawasan dan perbaikan perilaku kerja sistem tersebut. Contoh : kontrol terhadap proses manufacturing lengkap. - Klasifikasi (Classification).
Bertujuan untuk menentukan kategori-kategori dari sejumlah kriteria yang diberikan.
Contoh : menentukan bidang pekerjaan yang cocok untuk calon pegawai.
Lingkungan Sistem Pakar
Menurut Turban (2005), sistem pakar dapat ditampilkan dengan dua lingkungan, yaitu : lingkungan pengembangan dan lingkungan konsultasi (runtime). Lingkungan pengembangan digunakan oleh ES builder untuk membangun komponen dan memasukkan pengetahuan ke dalam basis pengetahuan. Lingkungan konsultasi digunakan oleh user nonpakar untuk memperoleh pengetahuan dan nasihat pakar. Lingkungan ini dapat dipisahkan setelah sistem lengkap.
Komponen Utama Sistem Pakar
Tiga komponen utama yang tampak secara virtual di setiap sistem pakar adalah basis pengetahuan, mesin inferensi, dan antarmuka pengguna. Sistem pakar yang berinteraksi dengan pengguna dapat pula berisi komponen tambahan sebagai berikut :
- Subsistem akuisisi pengetahuan
- Blackboard (tempat kerja)
- Subsistem penjelasan (justifier)
- Sistem perbaikan pengetahuan
Kebanyakan sistem pakar saat ini tidak berisi komponen perbaikan pengetahuan.
Sistem Pakar
Sistem pakar adalah sebuah perangkat lunak komputer yang memiliki basis pengetahuan untuk domain tertentu dan menggunakan penalaran inferensi menyerupai seorang pakar dalam memecahkan masalah. Sedangkan definisi lain dari sistem pakar adalah sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta, dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dapat dipecahkan oleh seorang pakar dalam suatu bidang tertentu.
Sistem pakar menggabungkan pengetahuan dan penelusuran data untuk memecahkan masalah yang secara normal memerlukan keahlian manusia. Tujuan dari Sistem Pakar sebenarnya bukan untuk menggantikan peran manusia, tetapi untuk mensubtitusikan pengetahuan manusia kedalam bentuk sistem, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak.
Pada dasarnya sistem pakar diterapkan untuk mendukung aktivitas pemecahan masalah. Aktivitas pemecahan masalah yang dimaksud antara lain : pembuatan keputusan (decision making), pemaduan pengetahuan (knowledge fusing), pembuatan desain (designing), perencanaan (planning), prakiraan (forecasting), pengaturan (regulating), pengendalian (controlling), diagnosis (diagnosing), perumusan (prescribing), penjelasan (explaining), pemberian nasehat (advising) dan pelatihan (tutoring). Selain itu sistem pakar juga dapat berfungsi sebagai asisten yang pandai dari seorang pakar.
Sistem pakar dibuat pada wilayah pengetahuan tertentu untuk suatu kepakaran tertentu yang mendekati kemampuan manusia disalah satu bidang. Sistem pakar akan memberikan solusi yang memuaskan layaknya seorang pakar. Selain itu sistem pakar juga dapat memberikan penjelasan terhadap langkah yang diambil dan memberikan alasan atas saran atau kesimpulan yang ditemukan (Nugroz, 2007).
Ciri-Ciri Sistem Pakar
Ada beberapa ciri dan karakteristik yang membedakan sistem pakar dengan sistem yang lain. Ciri dan karakteristik ini menjadi pedoman utama dalam pengembangan sistem pakar. Ciri dan karakteristik yang dimaksud antara lain (Ritasari, 2005) :
- Pengetahuan sistem pakar merupakan suatu konsep, bukan berbentuk numeris. Hal ini dikarenakan komputer melakukan proses pengolahan data secara numerik sedangkan keahlian dari seorang pakar adalah fakta dan aturan-aturan, bukan numerik.
- Informasi dalam sistem pakar tidak selalu lengkap, subyektif, tidak konsisten, subyek terus berubah dan tergantung pada kondisi lingkungan sehingga keputusan yang diambil bersifat tidak pasti dan tidak mutlak “ya” atau “tidak” akan tetapi menurut ukuran kebenaran tertentu. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan sistem untuk belajar secara mandiri dalam menyelesaikan masalah-masalah dengan pertimbangan-pertimbangan khusus.
- Kemungkinan solusi sistem pakar terhadap suatu permasalahan adalah bervariasi dan mempunyai banyak pilihan jawaban yang dapat diterima, semua faktor yang ditelusuri memiliki ruang masalah yang luas dan tidak pasti. Oleh karena itu diperlukan fleksibilitas sistem dalam menangani kemungkinan solusi dari berbagai permasalahan.
- Perubahan atau pengembangan pengetahuan dalam sistem pakar dapat terjadi setiap saat bahkan sepanjang waktu sehingga diperlukan kemudahan dalam modifikasi sistem untuk menampung jumlah pengetahuan yang semakin besar dan semakin bervariasi.
- Pandangan dan pendapat setiap pakar tidaklah selalu sama, oleh karena itu tidak ada jaminan bahwa solusi sistem pakar merupakan jawaban yang pasti benar. Setiap pakar akan memberikan pertimbangan-pertimbangan berdasarkan faktor subjektif.
- Keputusan merupakan bagian terpenting dari sistem pakar. Sistem pakar harus memberikan solusi yang akurat berdasarkan masukan pengetahuan meskipun solusinya sulit sehingga fasilitas informasi sistem harus selalu diperlukan.
Secara sederhana format dalam bahasa komputer berarti bentuk dan kode penyimpanan data yang berbeda antara file satu dengan lainnya. Dalam SIG, data spasial dapat direpresentasikan dalam dua format, yaitu:
Data Vektor
Data vektor merupakan bentuk bumi yang direpresentasikan ke dalam kumpulan garis, area (daerah yang dibatasi oleh garis yang berawal dan berakhir pada titik yang sama), titik dan nodes (titik perpotongan antara dua buah garis).
Keuntungan utama dari format data vector adalah ketepatan dalam merepresentaikan fitur titik batasan dan garis lurus. Hal ini sangat berguna utnuk analisa yang membutuhkan ketepatan posisi, misalnya pada basis data batas-batas kadaster. Contoh penggunaan lainnya dalah untuk mendefinisikan hubungan spasial dari beberapa feature. Namun kelemahan data vector yang utama adalah ketidak mempuannya dalam mengakomodasi perubahan gradual.
Data Raster
Data raster (disebut juga dengan sel grid) adalah data yang dihasilkan dari sistem penginderaan jauh. Pada data raster, obyek geografis direpresentasikan sebagai strktur sel grid yang disebut dengan pixel (picture element).
Pada data raster, resolusi (devinisi visual) tergantung pada ukuran pixelnya. Dengan kata lain resolusi pixel menggambarkan ukuran sebenarnya di permukaan bumi yang diwakili oleh setiap pixel pada citra. Semakin kecil ukuran permukaan bumi yang direpresentasikan batas-batas yang berubah secara gradual seperti jenis tanah, kelembapan tanah dan sebagainya. Keterbatasan utama dari data raster adalah besarnya ukuran file. Semakian tinggi resolusinya semakin besar ukuran filenya dan ini sangat bergantung pada kapasitas perangakat yang tersedia.
Masing-masing format data mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pemilihan format data yang digunakan sangat tergantung pada tujuan penggunaan, data yang tersedia, volume data yang dihasilkan, ketelitian yang diinginkan, serta kemudahan dalam analisa. Data vector relatif lebih ekonomis dalam hal ukuran file dan presisi dalam lokasi. Tetapi sangat sulit untuk digunakan dalam komputasi metematis. Sedangkan data raster bisasanya membutuhkan ruang penyimpanan file yang lebih besar dan presisi lokasinya lebih rendah tetapi lebih mudah digunakan secara matematis.
Jenis feature geografi dan cara penyimpanannya
- Point/titik
Point/titik adalah lokasi diskrit, biasanya digambarkan sebagai simbol atau label. Menggambarkan suatu feature yang batas atau bentuknya terlalu kecil untuk ditampilkan dalam garis atau luasan. Point biasanya juga digunakan untuk menggambarkan lokasi yang tidak mempunyai luasan seperti titik tinggi atau puncak gunung. - Line/arc(garis)
Line/arc (garis) adalah feature yang dibentuk oleh sekumpulan koordinat yang saling berhubungan. Menggambarkan feature linier di peta yang terlalu sempit untuk digambarkan sebagai luasan. Atau menggambarkan feature yang tidak mempunyai lebar seperti garis kontur. - Polygon/luasan (area)
Polygon/luasan (area) adalah feature luasan yang dibentuk dari garis yang tertutup menggambarkan suatu are yang homogen. Biasanya digunakan untuk menggambarkan suatu feature seperti batas Negara, kecamatan, danau dan lain-lain.
Pengetahuan Peta
Peta adalah gambaran sebagian atau seluruh muka bumi baik yang terletak di atas maupun di bawah permukaan dan disajikan pada bidang datar pada skala dan proyeksi tertentu (secara matematis). Karena dibatasi oleh skala dan proyeksi maka peta tidak akan pernah selengkap dan sedetail aslinya (bumi), karena itu diperlukan penyederhanaan dan pemilihan unsur yang akan ditampilkan pada peta.
Peta dalam SIG dapat digunakan baik sebagai input maupun sebagai output. Pemetaan merupakan suatu proses yang terdiri dari beberapa tahapan kerja (pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data), serta melibatkan beberapa disiplin ilmu (surveying, fotogrametri, pengindraan jauh, kartografi) yang satu sama lain berkaitan.
Peta merupakan penyajian grafis dari sebagian atau seluruh permukaan bumi pada suatu bidang datar dengan menggunakan suatu skala dan sistem proyeksi tertentu. Penyajian unsur-unsur permukaan bumi pada suatu peta dilakukan dengan cara memilih, mengeneralisasi data permukaan bumi, sesuai dengan maksud dan tujuan pembuatan peta tersebut. Peta menyajikan sejumlah informasi mengenai permukaan bumi yang diharapkan dapat digunakan secara baik oleh pengguna. Peta mempunyai beberapa fungsi, yaitu :
- Memperlihatkan posisi atau lokasi relatif dari suatu tempat
- Memperlihatkan bentuk atau ukuran unsur yang terdapat di permukaan bumi
- Memperlihatkan ukuran dalam pengertian jarak dan arah
- Menghimpun serta menyeleksi data permukaan bumi
Persyaratan-persyaratan geometrik yang harus dipenuhi oleh peta yang ideal adalah :
- Jarak antara titik-titik yang terletak di atas peta harus sesuai dengan jarak aslinya di permukaan bumi (dengan memperhatikan faktor skala peta).
- Luas suatu unsur yang direpresentasikan di atas peta harus sesuai dengan luas sebenarnya (dengan memperhaikan faktor skala peta)
- Sudut atau arah suatu garis yang direpresentasikan di atas peta harus sesuai arah sebenarnya seperti di permukaan bumi.
- Bentuk suatu unsur yang direpresentasikan di atas peta harus sesuai dengan bentuk yang sebenarnya.
Adalah tidak mungkin membuat suatu peta yang ideal sebagaimana disebutkan di atas karena permukaan bumi merupakan bidang lengkung yang tidak teratur. Akan tetapi, dapat dibuat peta yang memenuhi salah satu syarat di atas, yang disesuaikan dengan tujuan pembuatan peta tersebut.
Peta Digital
Menurut definisi, peta digital adalah representasi fenomena geografik yang disimpan untuk ditampilkan dan dianalisis oleh komputer. Setiap objek pada peta digital disimpan sebagai sebuah atau sekumpulan koordinat. Sebagai contoh, 10 objek berupa lokasi sebuah titik akan disimpan sebagai sebuah koordinat, sedangkan objek berupa wilayah akan disimpan sebagai sekumpulan koordinat. Beberapa kelebihan penggunaan peta digital dibandingkan dengan peta analog (yang disimpan dalam bentuk kertas atau media cetakan lain), antara lain dalam hal :
- Peta digital kualitasnya tetap. Tidak seperti kertas yang dapat terlipat, memuai atau sobek ketika disimpan, peta digital dapat dikembalikan ke bentuk asalnya kapanpun tanpa ada penurunan kualitas.
- Peta digital mudah disimpan dan dipindahkan dari satu media penyimpanan yang satu ke media penyimpanan yang lain. Peta analog yang disimpan dalam bentuk gulungan-gulungan kertas misalnya, memerlukan ruangan yang lebih besar dibanding dengan jika peta tersebut disimpan sebagai peta digital dalam sebuah CD-ROM atau DVD-ROM.
Peta digital lebih mudah diperbaharui. Penyuntingan untuk keperluan perubahan data atau perubahan sistem koordinat misalnya, dapat lebih mudah dilakukan menggunakan perangkat lunak tertentu
Karakteristik Peta Digital
Peta digital, seperti juga peta analog, memiliki atribut-atribut peta seperti :
- Skala
Pada peta digital, skala menggambarkan tingkat kedetilan objek ketika peta tersebut dibuat. Sebagai contoh, pada peta skala 1:1.000 (1 cm di peta mewakili 1.000 cm atau 10 meter di permukaan bumi), maka objek gedung atau bangunan akan terlihat dengan jelas, sedangkan pada peta skala 1:100.000 (1 cm di peta mewakili 100.000 cm atau 1 km di permukaan bumi), sebuah bangunan hanya akan terlihat sebagai sebuah titik.
- Referensi geografik
Referensi geografik berupa parameter-parameter ellipsoida referensi dan datum. Salah satu referensi yang umum digunakan (termasuk dalam 11 penentuan posisi menggunakan satelit GPS) adalah WGS 84 (World Geodetic System), yang direvisi pada tahun 1984 dan akan berlaku sampai tahun 2010.
- Sistem proyeksi peta
Sistem proyeksi peta menentukan bagaimana objek-objek di permukaan bumi (yang sebenarnya tidak datar) dipindahkan atau diproyeksikan pada permukaan peta yang berupa bidang datar. Penggunaan sistem proyeksi peta yang berbeda untuk sebuah daerah yang sama, akan memberikan kenampakan yang berbeda.
- Proyeksi Peta
Pada dasarnya bentuk bumi tidak datar tapi mendekati bulat maka untuk menggambarkan sebagian muka bumi untuk kepentingan pembuatan peta, perlu dilakukan langkah-langkah agar bentuk yang mendekati bulat tersebut dapat didatarkan dan distorsinya dapat terkontrol, untuk itu dilakukan proyeksi ke bidang datar. Penggunaan sistem proyeksi peta yang berbeda untuk sebuah daerah yanga sama akan memberkan kenampakan yang bereda.
Analisis Spasial
Kekuatan SIG sebenarnya terletak pada kemampuannya untuk menganalisis dan mengolah data dengan jumlah yang besar. Pengetahuan mengenai bagaimana cara mengekstrak data dan bagaimana menggunakannya merupakan kunci analisis di dalam SIG. Kemampuan analisis berdasarkan aspek spasial yang dapat dilakukan oleh SIG antara lain :
- Klasifikasi, yaitu mengelompokkan data spasial menjadi data spasial yang baru. Contohnya adalah mengklasifikasikan tata guna lahan untuk pemukiman, pertanian, perkebunan ataupun hutan berdasarkan analisis data kemiringan atau data ketinggian.
- Overlay, yaitu menganalisis dan mengintegrasikan dua atau lebih data spasial yang berbeda, misalnya menganalisis daerah rawan erosi dengan meng-overlay-kan data ketinggian, jenis tanah dan kadar air.
- Network, yaitu analisis yang bertitik tolak pada jaringan yang terdiri dari garis-garis dan titik-titik yang saling terhubung. Analisis ini sering dipakai dalam berbagai bidang, misalnya sistem jaringan telepon, kabel listrik, pipa minyak atau gas, air minum atau saluran pembuangan.
- Buffering, yaitu analisis yang akan menghasilkan buffer atau penyangga yang bisa berbentuk lingkaran atau poligon yang melingkupi suatu objek sebagai pusatnya, sehingga kita bisa mengetahui berapa parameter objek dan luas wilayahnya. Buffering dapat digunakan untuk menentukan jalur hijau, menggambarkan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE), mengetahui daerah yang terjangkau BTS untuk telepon seluler, menentukan luas tumpahan minyak di laut dan menentukan lokasi pasar, toko atau outlet dengan memperhatikan lokasi konsumen dan toko atau outlet saingan.
Analisis 3 Dimensi, analisis ini sering digunakan untuk memudahkan pemahaman, karena data divisualisasikan dalam 3 dimensi. Contoh penggunaanya adalah untuk menganalisis daerah yang terkena aliran lava.
Data Spasial
Sebagian besar data yang akan ditangani dalam SIG merupakan data spasial, data yang berorientasi geografis. Data ini memiliki sistem koordinat tertentu sebagai dasar referensinya dan mempunyai dua bagian penting yang berbeda dari data yang lain, yaitu informasi lokasi (spasial) dan informasi deskriptif (atribut) yang dijelaskan sebagai berikut
- Infromasi lokasi (spasial), berkaitan dengan suatu koordinat baik koordinat geografi (lintang dan bujur) dan koordinat XYZ, termasuk diantaranya informasi datum dan proyeksi.
- Informasi deskriptif (atribut) atau informasi nonspasial, suatu lokasi yang memiliki beberapa keterangan yang berkaitan dengannya. Contoh jenis vegetasi, populasi, luasan, kode pos dan sebagainya.
Sub Sistem Utama Sistem Informasi Geografis
Sistem Informasi Geografis merupakan sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan spasial dan mempu mengintegrasikan deskripsi-deskripsi lokasi dengan karakteristik-karakteristik fenomena yang ditemukan dilokasi tersebut. SIG dapat diuraikan menjadi beberapa subsistem berikut:
- Subsistem masukan (input)
Subsistem ini bertugas mengumpulkan dan mempersiapkan data spasial dan atribut dari berbagai sumber. Subsistem ini juga bertanggung jawab mengkonversi atau mentransformasi format-format data asli ke dalam format yang dapat digunakan oleh SIG. - Subsistem Manajemen
Subsistem ini mengorganisasikan data spasial maupun atribut ke dalam sebuah sistem basisdata sedemikian rupa sehingga data spasial tersebut mudah dicari, di-update dan di-edit. - Subsistem Manipulasi dan Analisis
Subsistem ini menentukan informasi-informasi yang dapat dihasilkan oleh SIG. Selain itu, subsistem ini juga melakukan manipulasi dan pemodelan data untuk menghasilkan informasi yang diharapkan. - Subsistem Keluaran (output) dan Penyajian (display)
Subsistem ini menampilkan atau menghasilkan keluaran seluruh atau sebagian basisdata, baik dalam bentuk softcopy maupun hardcopy, dalam format tabel, grafik, peta atau format lainnya.
Kemampuan Sistem Informasi Geografis
SIG dapat merepresentasikan dunia nyata (real world) pada layer komputer seperti lembaran peta kertas. SIG mempunyai kekuatan dan fleksibilitas lebih dari lembaran peta. SIG menyimpan semua informasi deskriptif mengenai unsur-unsurnya sebagai atribut-atribut di dalam basisdata. SIG dapat membentuk dan menyimpannya dengan tabel-tabel yang bersangkutan. Atribut-atribut dapat diakses melalui lokasi-lokasi unsur-unsur peta dan sebaliknya unsur-unsur peta juga dapat diakses melalui atribut-atributnya. Oleh karena itu, unsur-unsur dapat dicari dan ditemukan berdasarkan atribut-atributnya.
Sistem Informasi Geografis
Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS) merupakan sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan data atau informasi geografis (Aronoff, 1989). Secara umum pengertaian SIG yaitu suatu komponen yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data geografis dan sumberdaya manusia yang berkerja bersama secara efektif untuk memasukkan, menyimpan, memperbaiki, memperbaharui, mengelola, memanipulasi, mengintegrasikan, menganalisa dan menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis. Pada dasarnya SIG dapat dikerjakan secara manual namun dalam perkembangannya SIG kebanyakan dikerjakan dengan berbasiskan komputer. SIG yang berbasis komputer akan sangat membantu ketika data geografis tersedia merupakan data dalam jumlah dan ukuran besar dan terdirir dari banyak tema yang saling berkaitan.
Kemampuan Sistem Informasi Geografis
SIG mempunyai kemampuan untuk menghubungkan berbagai data pada suatu titik tertentu di bumi, menggabungkannya, menganalisanya dan akhirnya memetakan hasilnya. Data yang akan diolah pada SIG merupakan data spasial. Ini adalah sebuah data yang berorientasi geografis dan merupakan lokasi yang memeiliki koordinat tertentu sebagai dasar referensinya. Sehingga aplikasi SIG dapat menjawab beberapa pertanyaan seperti lokasi, kondisi, trend, pola dan permodelan. Kemampuan inilah yang membedakan SIG dari sistem informasi lainnya.
Komponen Sistem Informasi Geografis
SIG merupakan sistem yang kompleks dan terintegrasi dengan lingkungan sistem- yang lain, baik di tingkat fungsional maupun jaringan. Berikut ini adalah komponen-komponen yang terkait dengan SIG:
- Sistem Komputer
Sistem komputer terdiri dari hardware dan software untuk keperluan masukan, penyimpanan, pengolahan, analisis, dan tampilan informasi. - Data Spasial
Data merupakan bahan dasar yang diolah atau diproses sehingga menjadi informasi yang dapat digunakan untuk keperluan tertentu. Data spasial adalah data mengenai objek-objek atau unsur geografis (baik dibawah, diatas, dan di permukaan bumi) yang dapat diidentifikasi dan mempunyai acuan lokasi berdasarkan sistem koordinat tertentu atau bergeoreferensi.
Data spasial terdiri dari:- Data grafis, yaitu elemen gambar dalam komputer yang bisa berupa titik (node), garis (arc) dan luasan (poligon) dalam bentuk data vektor ataupun data raster.
- Data vektor, merupakan data yang dinyatakan dengan koordinat (x,y)
- Data raster, merupakan data yang dinyatakan dengan grid atau cell (baris, kolom)
- Pengguna (User)
Fungsi pengguna adalah memilih informasi yang diperlukan, membuat standar, membuat jadwal pemutakhiran (updating) yang efisien, menganalisis hasil yang dikeluarkan untuk kegunaan yang diinginkan dan merencanakan aplikasi. Suatu proyek SIG akan berhasil dengan baik jika dikelola dan dikerjakan oleh orang-orang yang mempunyai keahlian (qualified) pada semua tingkatan.
Sistem komputer GIS terdiri dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software) dan prosedur untuk penyusunan pemasukkan data, pengolahan, analisis, pemodelan (modelling) dan penayangan data geospatial.
Testing Station
Testing station merupakan stasiun kedua dari keempat stasiun MPS. Stasiun ini menerima barang dari distribution station, kemudian mendeteksi barang tersebut untuk diketahui jenis serta ukurannya. Kemudian mengirimkan objek tersebut beserta data jenis dan ukurannya ke processing station. Testing station terdiri dari peralatan pneumatic, elektrolik dan sensor.
Testing Station Tampak Atas
Testing Station Tampak Samping
Daftar bagian-bagian dari Testing Station
| Item | Description |
| 1 | Profile plate, 700 mm x 700 mm |
| 3 | Service unit |
| 4 | I/O Terminal |
| 6b | Valve block |
| 11 | Impedance converter |
| 12 | Flexible cable duct |
| 13 | Cable duct |
| 14 | Profile rail |
| 18 | Lifting module |
| 19 | Detection module, capacitive, inductive, optical |
| 20 | Measuring module, Position sensor |
| 28 | Slide module |
Distribution Station
Distribution station adalah stasiun awal dari sebuah MPS yaitu sebagai stasiun pemberi atau feed station. Stasiun ini didefinisikan sebagai unit yang bekerja dari fungsi megazine dan sebagai stasiun pemesanan dan feeding unit. Feeding unit digunakan untuk pemesanan benda berdasarkan karakter dan klasifikasinya (dimensi dan berat). Feeding unit biasa digunakan yaitu sebagai contoh megazine dengan separating device, vibratory bowl feeder, slope conveyor dan hopper dengan separating devide. Distribution station bertujuan untuk memindahkan benda dari magazine agar dapat digunakan untuk proses berikutnya. Distribution station memiliki profile plate, PLC board dengan feed magazine modul dan transfer modul.
Distribution station terdiri dari peralatan pneumatic dan elektrolik.
Distribution Station Tampak Atas
Distribution Station Tampak Samping
Distribution station mempunyai beberapa peralatan yaitu antara lain :
-
Feed Megazine Module
Feed Megazine Module yaitu memindahkan benda dari magazine. Silinder double-acting menekan benda keluar dari feed magazine. Posisi terakhir setiap proses menimbulkan efek bagi sensor yang ada. Megazine berfungsi sebagai monitoring dan benda selalu sedia apabila sewaktu-waktu ada proses pengiriman ke magazine.
-
Transfer Module
Transfer module adalah peralatan pneumatic handling. Benda diambil oleh vakum section cup dan di bisa dipindahkan mulai dari 0°-180° melalui swivel drive. Posisi terakhir proses akan menimbulkan efek bagi sensor yang ada.
Control console
Control console adalah peralatan yang berfungsi untuk mengatur kerja dari MPS. Pada dasar control console adalah alat input yang dijalankan secara manual oleh operator. Melalui control console seorang operator dapat melakukan proses, menghentikan proses, mengubah cara kerja MPS dari automatic menjadi manual dan sebaliknya, mengembalikan keadaan peralatan ke keadaan mula-mula (reset peralatan) dan memberikan keadaan emergency-stop pada MPS jika terjadi kecelakaan atau kesalahan yang fatal. Selain itu, melalui control console seorang operator dapat memantau input apa saja yang saat itu diperlukan oleh MPS. control console dapat dilihat pada gambar berikut.
Fungsi dari bagian-bagian control console
control console terdiri dari beberapa push button, selector switch, indikator lampu, emergency-stop dan controller ON. Fungsi dari bagian-bagian control console dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
| Jenis | Nama | Fungsi |
| Lampu | Network | Menunjukkan hubungan dengan stasiun sebelumnya dan stasiun sesudahnya. |
| Push Button | Reset | Mengembalikan keadaan awal peralatan |
| Push Button | Start | Memulai proses MPS. |
| Push Button | Stop | Menghentikan proses setelah mengerjakan langkah terakhir. |
| Dual Selector switch | Manual atau Automatic | Mengubah langkah kerja MPS yaitu per-langkah atau terus menerus. |
| Push Button | Emergency-stop | Menghentikan semua peralatan karena terjadi kecelakaan atau kesalahan yang fatal. |
| Push Button | Controller ON | Menyambungkan kembali arus yang terputus akibat emergency. |
Hubungan antara station mechanics, PLC board dan control console
Gambar berikut akan menjelaskan hubungan antara station mechanics, PLC board dan control console. (Festo Didactic, 1995 : A-6).
| Jenis | Nama | Fungsi |
| Lampu | Network | Menunjukkan hubungan dengan stasiun sebelumnya dan stasiun sesudahnya. |
| Push Button | Reset | Mengembalikan keadaan awal peralatan |
| Push Button | Start | Memulai proses MPS. |
| Push Button | Stop | Menghentikan proses setelah mengerjakan langkah terakhir. |
| Dual Selector switch | Manual atau Automatic | Mengubah langkah kerja MPS yaitu per-langkah atau terus menerus. |
| Push Button | Emergency-stop | Menghentikan semua peralatan karena terjadi kecelakaan atau kesalahan yang fatal. |
| Push Button | Controller ON | Menyambungkan kembali arus yang terputus akibat emergency. |