Linux Fun

πŸ“š

Grafik

Alasan untuk menggunakan gambar dalam presentasi atau publikasi multimedia adalah karena lebih menarik perhatian dan dapat mengurangi kebosanan dibandingkan dengan teks. Gambar dapat meringkas dan menyajikan data kompleks dengan cara baru dan lebih berguna. Sering dikatakan bahwa sebuah gambar dapat menyampaikan seribu kata. Tapi, itu hanya berlaku ketika kita bisa menampilkan gambar yang diinginkan saat […]

πŸ“š

Warna

Persepsi Visual Warna Pada masa sekarang orang memilih warna tidak hanya sekedar mengikuti selera pribadi berdasarkan perasaan saja, tetapi telah memilihnya dengan penuh kesadaran akan keguanaannya. Pada abad ke-15, lama sebelum para ilmuwan memperkenalkan warna, Leonardo Da Vinci menemukan warna utama yang fundamental, yang kadang-kadang disebut warna utama psikologis, yaitu merah, kuning, hijau, biru, hitam […]

πŸ“š

Tipografi

Tipografi adalah seni dan teknik dalam merancang maupun menata aksara dalam kaitannya untuk menyusun publikasi visual, baik cetak maupun non-cetak. Jargon yang mengatakan β€œNo graph without type” memang tidak berlebihan, karena jika grafis ditujukan sebagai sarana komunikasi visual maka aksara adalah salah satu bagian yang tidak bisa dikesampingkan. Sebaliknya, sebuah grafis bisa saja tidak memerlukan […]

πŸ“š

Teks

Dikutip dari Suryanto (2005 : 255-259), bentuk data multimedia yang paling mudah disimpan dan dikendalikan adalah teks. Teks merupakan yang paling dekat dengan kita dan yang paling banyak kita lihat. Teks dapat membentuk kata, surat atau narasiΒ  dalam multimedia yang menyajikan bahasa kita. Kebutuhan teks bergantung pada keguanaan aplikasi multimedia. Misalnnya, game membutuhkan teks lebih […]

πŸ“š

Ilustrasi

Ilustrasi menurut definisinya adalah seni gambar yang dimanfaatkan untuk memberi penjelasan atas suatu maksud atau tujuan secara visual. Dalam perkembangannya, ilustrasi secara lebih lanjut ternyata tidak hanya berguna sebagai sarana pendukung cerita, tetapi dapat juga menghiasi ruang kosong. Misalnya dalam majalah, koran, tabloid, dan lain-lain. Ilustrasi bisa berbentuk macam-macam, seperti karya seni sketsa, lukis, grafis, […]

πŸ“š

Pengertian dan Objek-objek Multimedia

Pengertian Multimedia Menurut Rosch (1996) Multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video. Menurut McCormic (1996) Multimedia secara umum merupakan kombinasi tiga element, yaitu suara, gambar dan teks. Menurut Turban (dkk, 2002) Multimedia adalah kombinasi dari paling sedikit dua media input satau output dari data, media ini dapat audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan […]

πŸŽ₯

Tahap Produksi dan Pasca Produksi Video Klip

Produksi Produksi adalah proses pengambilan gambar. Disini semua unsure teknis dan kreatif bergabung dibawah pengawasan kreatif sang sutradara. Seorang sutradara berusaha menerjemahkan bahasa tulisan pada skenario menjadi bahasa visual video. (Javandalasta, 2011:23). Kameramen membantu Β sutradara dalam upaya penerjemahan dari bahasa tulisan ke visual. Sudut pengambilan gambar amat menentukan keberhasilan penyampaian pesan. Begitupun pergerakan kamera dapat […]

πŸŽ₯

Pra Produksi Video Klip

Didalam tahap ini adalah tahap dimana kita memasuki tahap sebelum syuting atau produksi. Tahap pertama yaitu tahap dalam pembuatan script breakdown, yaitu dimana berisi tiap adegan dalam skenario tentang segala hal yang dibutuhkan untuk kepeluan syuting. Untuk dapat membuat Script breakdown diperlukan Script Breakdown sheet, yaitu hampir sama seperti Script Breakdown tapi bedanya disetiap adegan […]

πŸŽ₯

Gerakan Kamera (Moving Camera)

Gerakan kamera adalah gerakan untuk menciptakan gambar dinamis dan dramatis, adapun macam-macam gerakan kamera sebagai berikut (Suyanto, 2004 : 219): Zooming (In/Out) Gerakan yang dilakukan oleh lensa kamera mendekat maupun menjauhkan objek. Gerakan ini merupakan fasilitas yang di sediakan oleh kamera video, sehingga pengguna hanya mengoperasikannya. Panning (Left/Right) Yang dimaksud dengan gerakkan planning yaitu kamera […]

πŸŽ₯

Ukuran Gambar (Frame Size)

Extreme Close-Up (ECU) Extreme Close Up (ECU) merupakan bidikan kamera lebih extreme dari Close Up. Tujuannya, penonton benar-benar tertuju pada wajah. Extreme Close Up ini digunakan apabila expresi wajah atau objek penting secara dramatis, penonton memusatkan perhatian secara extreme pada bagian ini, dan mengesampingkan bagian lainnya (Suyanto, 2004 : 202). Pengambilan gambar sangat dekat, hanya […]