Manajemen Aktivitas Data


Manfaat basisdata bagi pemakai bukan pada sistem basisdatanya melainkan pada isinya, serta hasil-hasil dari query yang dihasilkan oleh program. Apabila selama dalam proses penerapan sistem ada perubahan basisdata, maka perubahan dan ujicoba dilakukan pada basisdata cadangan, agar tidak mengganggu sistem yang berjalan. Manajemen aktifitas data merupakan tugas dari DBA. Disamping itu, DBA juga bertugas untuk :

  1. Menentukan standard, panduan, pengawasan prosedur, dan membuat dokumentasi untuk memastikan tidak terjadi tumpang tindih dalam mengatur data.
  2. Mengatur kepemilikan data, hak akses, dan hak merubah data – terutama apabila beberapa pemakai mengakses data yang sama. Who can do what to which data.
  3. Mengembangkan teknik dan prosedur recovery – DBA harus dapat mengantisipasi terjadinya kegagalan yang diakibatkan oleh machine failure, media failure, communications failure, dan data user failure. DBA dapat memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh DBMS secara maksimal
  4. Menyampaikan informasi tentang prosedur operasi dan melakukan pelatihan pada user
  5. Menerapkan kebijakan yang berkaitan dengan aktifitas data. Apabila ada user yang melanggar, maka DBA berhak memberikan hukuman
  6. Bertanggung jawab untuk menyusun dan merawat seluruh dokumentasi sistem, misalnya :
    • Aktifitas data
    • Database standards
    • Data ownership
    • Retrieval and access rights
    • Recovery procedures
    • Policy enforcement

Standard yang dimaksud misalnya :

  • Tiap field harus mempunyai nama dan format baku
  • Tiap record harus mempunyai standard nama, format, dan metode akses
  • Tiap file basisdata harus mempunyai standard nama dan relasi dengan file lain

Hal-hal yang perlu dipantau adalah :

  1. Statistik penggunaan perangkat keras
    Merupakan persentase waktu aktifitas yang diperlukan untuk mengakses prosesor, channel, controller, dan disk. Digunakan untuk menentukan tingkat kesibukan kerja sistem. Biasanya dilakukan oleh sistem operasi.
  2. Statistik penggunaan file
    Merupakan rasio penggunaan akses ke file seperti fetch, get next, dan update. Dapat disimpan dalam file log.
  3. Statistik penggunaan record
    Frekuensi pengaksesan record untuk dibaca atau di-update dapat menjadi bahan pertimbangan dalam optimalisasi basisdata dan pembuatan cadangan (backup). Selain itu, tanggal dan waktu pengaksesan dapat digunakan untuk menjaga integritas basisdata.
  4. Statistik penggunaan atribut
    Merupakan frekuensi penggunaan atribut, baik pada proses update, atau sebagai kunci pada pencarian data. Dapat dilihat dari skema / relasi antar tabel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *